JANGAN GUNAKAN KALIMAT "SEMUA INDAH PADA WAKTUNYA"!
"Semua indah pada waktunya". Sebuah kalimat yang indah, romantis, dan penuh harapan. Kalimat ini sering kita dengar di saat kita dilanda kegalauan, kegelisahan atau keputus-asaan karena tidak mendapatkan apa yang diinginkan. Kalimat ini juga seperti memiliki kekuatan magis untuk membangkitkan lagi semangat kita.
Namun tahukah Anda, bahwa kalimat tersebut merupakan kutipan ayat dalam Injil? Ya, kalimat ini termaktub di dalam Injil tepatnya pada Pengkhotbah 3 ayat 11. "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan ia memberikan kekekalan dalam hati mereka... " (Lihat: http://alkitab.sabda.org/ verse.php?book=pengkhotbah&chap ter=3&verse=11
). Kalimat ini juga menjadi alat syi'ar agama nashrani yang dinyanyikan dalam berbagai versi lagu rohani.
Oleh karena itu, sebagai seorang muslim, kita hendaknya tidak lagi menggunakan kalimat tersebut. Ingat, Rosululloh SAW pernah bersabda:
“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim no. 2669). Dalam hadits lain, Rosululloh SAW bersabda: “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk darinya”. (HR. Abu Daud no. 4031).
Lalu apa yang kita ucapkan jika kita sedang galau, gelisah, atau putus-asa karena belum mendapatkan sesuatu yang kita inginkan? Sebaiknya kita mengucapkan:
الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ
"Alhamdulillah 'Ala Kulli Haal", yang artinya segala puji bagi Allah atas segala sesuatu..
Wallahua'lam...
"Semua indah pada waktunya". Sebuah kalimat yang indah, romantis, dan penuh harapan. Kalimat ini sering kita dengar di saat kita dilanda kegalauan, kegelisahan atau keputus-asaan karena tidak mendapatkan apa yang diinginkan. Kalimat ini juga seperti memiliki kekuatan magis untuk membangkitkan lagi semangat kita.
Namun tahukah Anda, bahwa kalimat tersebut merupakan kutipan ayat dalam Injil? Ya, kalimat ini termaktub di dalam Injil tepatnya pada Pengkhotbah 3 ayat 11. "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan ia memberikan kekekalan dalam hati mereka... " (Lihat: http://alkitab.sabda.org/
). Kalimat ini juga menjadi alat syi'ar agama nashrani yang dinyanyikan dalam berbagai versi lagu rohani.
Oleh karena itu, sebagai seorang muslim, kita hendaknya tidak lagi menggunakan kalimat tersebut. Ingat, Rosululloh SAW pernah bersabda:
“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim no. 2669). Dalam hadits lain, Rosululloh SAW bersabda: “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk darinya”. (HR. Abu Daud no. 4031).
Lalu apa yang kita ucapkan jika kita sedang galau, gelisah, atau putus-asa karena belum mendapatkan sesuatu yang kita inginkan? Sebaiknya kita mengucapkan:
الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ
"Alhamdulillah 'Ala Kulli Haal", yang artinya segala puji bagi Allah atas segala sesuatu..
Wallahua'lam...
0 komentar:
Posting Komentar